Pentingnya Menjaga Mangrove: Prodi Ilmu Kelautan Lakukan Pengabdian di Martajasah, Bangkalan

Jum’at 26/07/2024, Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura melakukan pengabdian di Desa Martajasah, Bangkalan. Kegiatan ini fokus pada ekosistem mangrove yang terdapat di desa tersebut. Ekosistem merupakan kawasan penting di wilayah pesisir baik fungsi secara ekologi atau ekonomi. Selain itu mangrove juga memiliki peranan yang cukup penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon yang kaitannya dengan isu Perubahan Iklim. Oleh karena itu, dilaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan topik “Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Pemetaan Partisipatif Ekosistem Mangrove Berbasis Komunitas Lokal”.

Kegiatan ini dilakukan dengan metode Seminar dan FGD dengan pemateri merupakan dosen Program Studi Ilmu Kelautan. Peserta kegiatan terdiri dari anggota Pokmaswas Aman Sentosa yang berjumlah 12 orang serta Kepala Desa Martajasah. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Maulinna Kusumo Wardani dengan topik pengenalan Ekosistem Mangrove baik secara ekologi dan ekonomis. Dalam materi ini disampaikan tentang apa itu mangrove, mengapa mangrove itu penting, dan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan keuntungan dari fungsi ekologi dan ekonomi dari ekosistem mangrove. Para peserta cukup antusias dalam materi ini dengan adanya diskusi terbuka mengenai peranan masyarakat tentang ekosistem mangrove di Desa Martajasah.

Setelah penyampaian materi, merupakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Herlambang Aulia Rachman, M.Si (Dosen Program Studi Ilmu Kelautan) tentang Pemetaan Partisipatif di Ekosistem Mangrove. Pemetaan partisipatif bertujuan untuk menjaring informasi secara spasial (keruangan) dari kelompok tentang rencana pengelolaan kawasan ekosistem mangrove. Kegiatan ini berlangsung sangat interaktif dimana masyarakat dengan dibantu alat berupa Peta Cetak mencoba untuk memetakan wilayah mangrovenya. Hasil dari FGD ini masyarakat bersepakat terdapat tiga lokasi utama dalam kawasan mangrove yakni Kawasan Budidaya, Konservasi, dan Pariwisata. Hasil FGD dilanjutkan dengan pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang berisi tentang kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan oleh kelompok termasuk dengan identifikasi pihak-pihak yang akan dilibatkan.